Kamis, 13 Februari 2014

Petruk

Figur Wayang Petruk
Petruk

Petruk yang digambarkan dalam bentuk wayang kulit Purwa, buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Museum Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Petruk

Petruk adalah adiknya Gareng, anak angkat Semar yang nomor dua. Postur tubuhnya jangkung dengan anggota badan yang serba panjang. Leher panjang, hidung panjang, tangan dan kakinya panjang, rambutnya dikuncir, mata agak sipit, bibirnya selalu mengulum senyum. Saking seringnya tersenyum Petruk senang tersenyum-senyum sendiri, seperti orang yang kehilangan ingatan. Oleh karena perangainya yang lucu, ramah dan murah senyum ia selalu tampil menghibur dan akrab dengan semua orang termasuk anak-anak.

Selasa, 11 Februari 2014

Bagong

Figur Wayang Bagong

Bagong
Bagong digambarkan pada wayang kulit buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Museum Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Bagong

Tokoh Bagong digambarkan sebagai orang yang bertubuh pendek dan gemuk, matanya bundar besar, bibirnya ‘ndower’ hidungnya kecil dan pesek. Sekilas postur tubuh Bagong mirip dengan Semar, kecuali bagian kepala.
Kisah kelahiran Bagong bermula ketika Semar diperintahkan oleh Sang Hyang Tunggal, ayahnya turun ke dunia. Oleh karena sendirian, Semar meminta seorang teman. Sang Hyang Tunggal mengabulkan permintaan Semar dengan memuja bayangan Semar menjadi seorang manusia, yang kemudian diberi nama Bagong. 

Selasa, 04 Februari 2014

azimat menang judi | jimat judi | pegangan judi | mantra judi

azimat menang judi

azimat menang judi
jangan biar diri anda terbelenggu di dalam kekalahan dan ketidak mujuran..,sekarang juga saatnya untuk menggapai kemenangan dalam segala macam permaenan perjudian. dengan menggunakan media azimat menang judi. 
 
Azimat menang judi merupakan sebuah media yang cukup ampuh di gunakan sebagai pegangan dalam mengundi nasib atau segala macam perjudian. Dengan menggunakan azimat menang judi saya yakin anda akan menjadi lebih percaya diri,serta lebih tenang ketika sedang mengundi nasib atau bermaen judi, sehingga saya yakin siapapun anda yang menggunakan azimat menang judi secara otomatis akan di arahkan kepada kemenangan.

Azimat menang judi  merupakan sebuah benda  atau media yang sudah di proses secara khusus untuk di gunakan sebagai pegangan dalam mengundi nasib ataupun bermaen judi. yang pada umumnya sering di gunakan atau di jadikan pegangan dalam bermaen judi segala macam perjudian, penggunaan azimat menang judi  sangat  praktis. Tanpa harus membaca mantra sampai ratusan kali, Jimat menang judi  Dapat  digunakan dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Sabtu, 14 Desember 2013

Adipati Karno

Figur Wayang Adipati Karno

Adipati Karno
jauh di luar perkemahan Tegal Kurusetra, Dewi Kunti menemui Basukarno di pinggir sungai Gangga untuk membujuknya agar mau bergabung dengan adik-adiknya Pandawa pada perang Baratayuda. (lukisan karya: Herjaka HS)

Kidung Malam 92
Adipati Karno

Basukarno tidak hanya menunjukkan kelasnya dalam hal ilmu berolah senjata panah, tetapi ia pun mampu menguasai dirinya dengan amat matang. Sikap Dewi Durpadi yang merendahkan dirinya di atas panggung sayembara, pada saat Basukarno berhasil menarik dengan sempurna busur pusaka Cempalaradya, serta penolakan Dewi Durpadi yang seharusnya menjadi putri boyongan setelah Basukarno berhasil membidik sasaran dengan tepat, tidak membuatnya menjadi kalap. Walaupun ada perasaan jengkel, Basukarno pemenang sayembara yang dibatalkan tanpa sebab, turun dari panggung kehormatan dengan penuh percayaan diri, tanpa sedikitpun rasa kecewa menggores di wajahnya.

Kartamarma

Figur Wayang Kartamarma

Kartamarma
Kartamarma dalam bentuk wayang kulit buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Kartamarma

Kartamarma adalah salah satu dari seratus anak bersaudara laki-laki yang lebih populer disebut dengan Kurawa. Anak pasangan Destarastra dan Dewi Gendari ini bertempat tinggal di negara kecil yang ditaklukan Hastina, dan kemudian disebut dengan ksatrian Toyatinalang. Di Hastinapura Kartamarma termasuk tokoh penting. Karena disamping sebagai putra raja, sewaktu yang menjadi raja Destarastra atau juga adik raja saat yang menjadi raja Duryudana, Kartamarma diangkat menjadi panitisastra atau sekretaris negara pada masa pemerintahan Prabu Duryudana. Oleh karenanya ia selalu hadir dalam setiap adegan atau cerita yang mengisahkan para Kurawa.

Pandudewanata

Figur Wayang Pandu dewanata

Pandudewanata
‘Pandudewanata dalam bentuk wayang kulit buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Museum Tembi Rumah Budaya. (foto: Sartono)

Pandudewanata

Raden Pandu adalah anak kedua raja Hastina yang bernama Abiyasa atau Prabu Kresnadwipayana, yang berpasangan dengan salah satu dari ketiga putri negara Kasi atau Giyantipura, yaitu Dewi Ambalika. Raden Pandu mempunyai wajah yang tampan, tetapi mukanya pucat dan lehernya ‘tengeng’ (kaku selalu menengok). Walaupun mempunyai cacat secara fisik, Pandu adalah satria yang sakti mandraguna serta patuh kepada orang tua.

Narada

Figur Wayang Narada

Narada
Batara Narada, wayang kulit buatan Kaligesing Purworejo, koleksi Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Narada

Pada awal mula dunia diciptakan, adalah sebuah cahaya berbentuk telur. Sang Maha Pencipta atau Sang Hyang Tunggal menjadikannya kulit telur menjadi bumi dan langit yang dipisahkan cakrawala. Setelah kulit telur terpisah dari isinya, maka semakin bercahayalah isi telur tersebut. Cahaya yang memancar dari kuning telur menjadi Manik atau intan dan Maya, atau cahaya indah berwarna kehijauan. Sedangkang cahaya yang ditimbulkan dari bagian putih telur menjadi Nur, sinar terang benderang berwarna putih kekuning-kuningan, dan Teja atau sorotnya, pancarannya dari cahaya tersebut.

Baladewa

Figur Wayang Baladewa

Baladewa
Prabu Baladewa, wayang kulit purwa buatan Kaligesing,
koleksi Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Baladewa

Baladewa adalah anak Prabu Basudewa, raja Mandura dari Ibu yang bernama Dewi Mahendra. Ia mempunyai saudara kembar yang bernama Kresna. Walaupun lahir kembar Baladewa dan Kresna adiknya tidak sama. Baladewa berkulit putih bule, sedangkan Kresna berkulit hitam cemani. Selain kresna, Baladewa mempunyai adik wanita bernama Bratajaya atau Sumbadra.
Walaupun Baladewa terkenal sebagai raja yang mudah marah, ia jujur, adil, dan tulus. Ia tidak sungkan-sungkan untuk meminta maaf atas kesalahannya. Sejak kecil Baladewa dan ke dua adiknya diungsikan dan disembunyikan di kademangan Widarakandang karena mendapat ancaman mau dibunuh oleh Kangsadewa. Di kademangan Widarakandang Baladewa dan kedua adiknya diasuh oleh Demang Antyagopa dan nyai Sagopi.

Kala

Figur Wayang Kala

Kala
‘Kala yang adalah anak Batara Guru mendapat gelar Batara.
Dan ia pun berpakaian seperti layaknya pakaian para dewa,
yaitu berjubah, memakai tutup kepala ketu dewa oncit,
memakai samir dan praba. Batara Kala dalam bentuk wayang kulit purwa,
buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Tembi Rumah Budaya’ (foto: Sartono)

Kala

Disuatu hari, ketika Batara Guru dan Dewi Uma terbang bercengkrama di atas alam desa yang indah permai, sampailah mereka berdua dipenghujung hari. Senja temaram yang indah, langit berwarna kemerah-merahan, sungguh pemandangan yang amat indah dan romantis. Kulit Dewi Uma yang tertimpa sinar mentari senja, merona cemerlang bagaikan emas murni. Batara Guru terpana melihat kecantikan Dewi Uma dan keelokan tubuhnya. Darah lelakinya bergolak. Ia lupa akan dirinya yang adalah raja dewa Suralaya, dan memaksa istrinya untuk melayani gejolak nafsunya. Dewi Uma menolak untuk melakukan perbuatan yang tidak pada tempatnya itu. Ia menghindar dari sergapan suaminya yang penuh nafsu birahi, sehingga kama Batara Guru jatuh di samodra. Batara Guru amat marah kepada Dewi Uma. Maka dikutuklah Dewi Uma menjadi raksasa dan diberi nama Batari Durga.

Limbuk

Figur Wayang Limbuk

Limbuk
Limbuk dalam bentuk wayang kulit purwa, buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Museum Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Limbuk

Limbuk dan Cangik adalah abdi raja yang bertugas melayani bendara-bendara putri di keputren, bersama dengan abdi-abdi putri lainnya. Pasangan Limbuk dan Cangik ini paling populer dibandingkan dengan abdi-abdi putri lainnya. Kepopuleran sepasang abdi tersebut bukan karena kemampuannya yang istimewa, melainkan karena ciri fisik yang dimiliki berbeda dengan abdi-abdi lainnya.

Panakawan

Figur Wayang Panakawan


Di dalam cerita Pewayangan khususnya Yogyakarta dan Surakarta dikenal adanya tokoh Panakawan. Pana artinya mengetahui, memahami permasalahan yang dihadapi dan mampu memberikan solusi-solusinya. Sedangkan Kawan atau sekawan selain berarti berjumlah empat, juga dapat dimaknai sebagai teman atau sahabat. Mereka adalah Semar beserta ketiga anaknya, yaitu; Gareng, anak yang paling tua, Petruk anak kedua dan yang bungsu bernama Bagong.

Semar dan Wahyu

Semar dan Wahyu

Di dalam tulisan sebelumnya yang berjudul "Batara Semar," telah dipaparkan bahwa Batara Semar atau Batara Ismaya, yang hidup di alam Sunyaruri, sering turun ke dunia dan manitis di dalam diri Janggan Semarasanta, seorang abdi dari Pertapaan Saptaarga. Mengingat bahwa bersatunya antara Batara Ismaya dan Janggan Semarasanta yang kemudian populer dengan nama Semar merupakan penyelenggaraan Illahi, maka munculnya tokoh Semar diterjemahkan sebagai kehadiran Sang Illahi dlam kehidupan nyata dengan cara yang tersamar, penuh misteri.
Dari bentuknya saja, tokoh ini tidak mudah diterka. Wajahnya adalah wajah laki-laki. Namun badannya serba bulat, payudara montok, seperti layaknya wanita. Rambut putih dan kerut wajahnya menunjukan bahwa ia telah berusia lanjut, namun rambutnya dipotong kuncung seperti anak-anak. Bibirnya berkulum senyum, namun mata selalu mengeluarkan air mata (ndrejes). Ia menggunakan kain sarung bermotif kawung, memakai sabuk tampar, seperti layaknya pakaian yang digunakan oleh kebanyakan abdi. Namun bukankah ia adalah Batara Ismaya atau Batara Semar, seorang Dewa anak Sang Hyang Wisesa, pencipta alam semesta.

Cangik

Figur Wayang Cangik


Cangik
Cangik dalam bentuk wayang kulit purwa, buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Museum Tembi Rumah Budaya (foto: Sartono)

Cangik

Diantara abdi raja yang bertugas melayani bendara-bendara putri di keputren, ada dua abdi yang populer, satu diantaranya adalah Cangik. Dinamakan Cangik karena abdi putri yang satu ini mempunyai ciri fisik yang menonjol, yaitu dagunya menjorok ke depan, dalam bahasa Jawa disebut ‘Nyangik.’ Oleh karena ciri fisik inilah, ia kemudian dikenal dengan nama Cangik. Nama ‘paraban’ ini lebih populer ketimbang nama asli pemberian orang tua.
Selain dagunya yang nyangik, ciri fisik lainnya adalah: dahinya nonong, matanya pecicilan, hidung sunthi, badannya kurus, rambutnya selalu digelung tekuk, kebiasaannya mengenakan ‘kesemekan’ dan memakai jarit motif kawung.

Semar, Gareng, Petruk, Bagong

Semar, Gareng, Petruk, Bagong
Dalam perkembangan selanjutnya, hadirnya Semar sebagai pamomong keturunan Saptaarga tidak sendirian. Ia ditemani oleh tiga anaknya, yaitu; Gareng, Petruk, Bagong. Ke empat abdi tersebut dinamakan Panakawan. Dapat disaksikan, hampir pada setiap pegelaran wayang kulit purwa, akan muncul seorang ksatria keturunan Saptaarga diikuti oleh Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Cerita apa pun yang dipagelarkan, ke lima tokoh ini menduduki posisi penting. Kisah Mereka diawali mulai dari sebuah pertapaan Saptaarga atau pertapaan lainnya. Setelah mendapat berbagai macam ilmu dan nasihat-nasihat dari Sang Begawan, mereka turun gunung untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, dengan melakukan tapa ngrame. (menolong tanpa pamrih).

Kunti

Figur Wayang Kunti

Kunti
Kunti atau Dewi Prita adalah anak Raja Kuntiboja dari negara Mandura. Setiap ada tamu kehormatan yang datang di negara Mandura, Kunti lah yang mendapat kepercayaan oleh Prabu Kuntiboja untuk menyambut tamu kehormatan tersebut. Karena perangainya yang lembut, sabar dan mempesona, banyak tamu negara yang memuji cara Kunti menjamu tamu-tamunya. Salah satu tamu kehormatan yang sangat kagum kepada kunthi adalah seorang begawan sakti dan nyentrik bernama Begawan Druwasa. Saking senangnya kepada Kunti, Begawan Druwasa mengangkat Kunti sebagai murid dan memberi mantra sakti aji pameling atau Aditya Herdaya, yang dapat mendatangkan dewa sesuai dengan keinginannya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...